Oleh karena itu, mari kita meresapi keunikan bumi Tajug Loro di ujung Sragen, tepatnya di desa Mondokan yang terletak di barat laut Sukowati, sekitar 25 kilometer dari Surakarta. Suasana desa yang kental dengan cita rasa Jawa akan mengundang Anda untuk merasakan kebersamaan dengan penduduk setempat dan belajar tentang kebiasaan dan tradisi mereka, serta menyaksikan keindahan alam sekitarnya yang masih asri. Ayo, jadilah bagian dari pengalaman tak terlupakan di Tajug Loro! Mondokan benar-benar otentik, berbeda dengan daerah lain di Sragen. Meski terletak di daerah yang sama, tidak ada tempat lain di Sragen yang bisa menandingi keunikan dan pesona Mondokan. Meskipun tidak mayoritas, namun mode bangun seperti ini masih bisa ditemukan di berbagai daerah.
Menariknya, dalam wilayah Jawa Tengah sendiri, sulit untuk menemukan padanan yang se-epic Mondokan. Mondokan dapat diartikan sebagai sebuah bangunan tradisional dengan ciri khas atap joglo dan bentuk bangunan yang megah. Hal ini mengindikasikan bahwa keunikan mode bangun ini masih sangat langka dan jarang ditemukan di daerah lainnya, bahkan di wilayah yang cukup besar seperti Jawa Tengah.
Beberapa daerah di Indonesia tidak hanya Jawa Tengah, namun juga Jawa Timur serta Yogyakarta menyebut joglo sebagai rumah adat tradisional mereka. Terdapat beberapa jenis joglo yang dapat ditemukan di sepanjang jalan Mondokan, di antaranya adalah Joglo Limas Sinom yang merupakan joglo limasan tetapi dengan beberapa sedikit perbedaan yang terdapat pada joglo Sinom yang membutuhkan 36 buah tiang.
Dalam etimologi Joglo, terdapat kata Tajug yang artinya atap berbentuk segitiga yang melambangkan gunung suci. Tajug juga terdiri dari dua sisi kanan dan kiri yang penting untuk dipenuhi dalam rumah Joglo, selain dari soko guru dan cagak atau tiang penopang. Empat tiang penopang tersebut melambangkan arah atau penjuru mata angin dan dianggap mewakili hari pasaran dalam budaya Jawa seperti pahing, pon, wage, dan legi, sementara kliwon menjadi ratu yang berada di tengah. Semua elemen ini sangat penting dan tidak boleh diabaikan dalam pembangunan rumah Joglo agar memberikan kesan yang lebih lengkap dan otentik.
Omah Joglo memiliki beberapa elemen tata ruang yang sangat khas, termasuk pendopo, dalem, gandhok, pringgitan, senthong tengah, senthong kiwo dan senthong tengen, pekiwan, gadri, serta longkangan. Namun, sebagai tempat tinggal masyarakat, saat ini Joglo mengalami penyederhanaan dalam rancang bangun dan fungsi. Biasanya, Joglo hanya terdiri dari emperan (beranda), dalem (ruang utama), senthong tengah (kamar tengah yang dahulu digunakan untuk menyimpan Dewi Sri atau padi), senthong kiwo (kamar sebelah kiri untuk menyimpan benda pusaka), senthong tengen (kamar sebelah kanan sebagai ruang tidur), gandri (ruang makan), dan pawon (dapur). Namun, elemen yang paling penting dan jangan sampai terlewatkan dalam Joglo adalah lawang (pintu) dan cendelo (jendela). Terlihat dari tata ruangnya, Joglo memang sangat khas dan memiliki sejarah yang unik.
Bagaimana? Menarik bukan? Sekilas tidak akan mendapatkan spot instagramable di sepanjang daerah ini, namun keindahan arsitektur joglo sangat kental terasa. Ini saatnya berwisata budaya di Mondokan, Sragen.
Jika Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut atau terhubung dengan kami secara langsung, kami sangat mendorong Anda untuk mengunjungi situs web utama kami di Gazebo Landsacapetaman. Selain itu, Anda juga dapat menghubungi kami melalui aplikasi WhatsApp untuk pertanyaan langsung dan respons cepat. Jika Anda ingin tetap terhubung dengan kami dan mengikuti perkembangan terbaru, jangan ragu untuk mengikuti kami di Instagram, di mana kami membagikan konten menarik dan berinteraksi dengan komunitas kami. Terima kasih atas kunjungan Anda, dan kami berharap dapat berkomunikasi dengan Anda melalui berbagai platform tersebut!

